Massa Otot Menyusut, itu Kesalahan Diet

Hidup Sehat

Thursday, 09 January 2020

Tubuh ideal merupakan keinginan semua orang, khususnya perempuan. Cara diet salah itu tidak akan menyebabkan lemak berkurang, melainkan berkurangnya massa otot.

 

Tingkat metabolisme sangat mempengaruhi seberapa cepat tubuh membakar kalori dari makanan yang dikonsumsi. Massa otot memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan mencegah terjadinya penyakit osteoporosis dan sarcopenia.

 

Diet yang salah dengan mengurangi porsi makanan tanpa memperhatikan kandungan gizinya, akan menyebabkan massa otot menyusut. Perut kosong karena mengurangi porsi makanan mempengaruhi energi dalam tubuh saat pembakaran terjadi. Akibatnya tubuh akan membakar otot untuk dijadikan sumber energi dan menyebabkan massa otot menyusut. Jika kehilangan massa otot, lemak dalam tubuh akan meningkat dan sering mudah lelah.

 

Diet boleh saja dilakukan, asal perlu diperhatikan secara jelas penyebab massa otot menyusut:


1. Tidak makan setelah olahraga

Makan setidaknya 20 gram protein untuk menjaga massa otot tetap seimbang. Tubuh membutuhkan energi dan nutrisi untuk melakukan perbaikan otot-otot yang rusak dengan cepat setelah melakukan olahraga. Jika massa otot tidak langsung diperbaiki, maka akan berisiko kehilangan massa otot. Isi perut dengan protein shake dan semangkuk oatmeal.

 

2. Kurang konsumsi protein

Banyak yang beranggapan bahwa mengonsumsi protein akan menyebabkan kegemukan. Itu salah. Sebenarnya, tubuh membakar lebih banyak kalori saat mencerna protein dibandingkan dengan mencerna nutrisi lainnya.

 

Asam amino membantu menjaga massa otot seperti susu, daging, telur. Protein sangat baik untuk mengisi massa otot agar tetap kuat dan tidak menyusut atau melemah.


3. Membatasi asupan kalori

Kalori merupakan sumber energi untuk menunjang tubuh lebih bugar dan aktif dalam menjalankan rutinitas sehari-hari. Kalori sedikit, kekebalan tubuh menurun. Akibatnya lemak dan massa otot menyusut. Konsumsi kalori sebanyak 500-1000 per hari.

 

Diet akan berhasil apabila konsumsi makanan secara tepat dan seimbangkan dengan rutin olahraga. Diet tidak perlu mengurangi porsi makanan, tetapi mengatur pola makan agar lebih memperbanyak serat, vitamin, mineral dan protein, dibandingkan dengan karbohidrat.

 

Diet berhasil itu, bisa dikatakan bahwa massa otot dan penurunan berat badan stabil dan seimbang. Badan terasa lemas saat melakukan diet, bukan karena berhasilnya penurunan berat badan melainkan menyusutnya massa otot.

 

Apabila mengalami penurunan massa otot, maka bisa dilakukan recovery tubuh dengan tidur yang cukup. Pada kondisi ini, tubuh mengeluarkan hormon pemicu pertumbuhan otot. Tanpa tidur, maka pertumbuhan otot menjadi terhambat atau tidak tumbuh secara maksimal. Disarankan untuk tidur minimal selama 7 jam setiap harinya. Selain istirahat fisik, psikis juga diperlukan untuk lebih rileks agar tidak memicu produksi hormon cortisol yang dapat menghambat pertumbuhan massa otot dan penimbunan lemak, khususnya di area pinggang. (lasd)


Share
Copy Link